MERAH PUTIH NEWS
KUNINGAN — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, mengatakan program Kampung Tanggap Bencana (Katana) dirancang untuk membangun budaya siaga bencana di tengah masyarakat.
Menurut Yusron, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengenali potensi ancaman, melakukan langkah mitigasi, serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
“Program Katana dirancang untuk membangun budaya siaga bencana melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat,” ujar Yusron Kholid.
Melalui program tersebut, masyarakat di tingkat desa diharapkan semakin memahami berbagai potensi bencana di lingkungan sekitar. Pengetahuan tersebut kemudian diperkuat dengan keterampilan praktis, termasuk kesiapan menghadapi keadaan darurat dan melakukan evakuasi secara tepat.
Baznas Kabupaten Kuningan melihat penguatan kapasitas masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya mengurangi risiko korban jiwa dan dampak bencana. Masyarakat yang memiliki pengetahuan serta keterampilan kebencanaan akan lebih siap mengambil keputusan dalam situasi kritis.
Program Katana juga menjadi bentuk kolaborasi antara Baznas dan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam membangun ketangguhan masyarakat berbasis desa.
Dengan adanya Katana, diharapkan terbentuk masyarakat yang tidak hanya tanggap ketika bencana terjadi, tetapi juga aktif melakukan pencegahan dan mitigasi sejak dini. ***
