BREAKING Memuat berita terbaru...

" The Right Man on The Right Place " Dr Carlan, SPd, MPd Layak Pimpin Disdik Kabupaten Kuningan

KUNINGAN - MERAH PUTIH NEWS 
The right man on the right place adalah menempatkan orang yang tepat pada posisi, jabatan, atau pekerjaan yang tepat. Konsep manajemen SDM ini menekankan penempatan individu berdasarkan keahlian, bakat, dan kemampuan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif, produktif, dan efisien. 

Terpilihnya Dr Carlan sebagai kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kuningan berdasarkan uji kompetensi dunia pendidikan dan jam terbang dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Ucapan Selamat dan Sukses atas dilantiknya Dr.Carlan, SPd, MPd mengalir dari berbagai kalangan birokrasi dan tokoh masyarakat salah satunya dari.Dr Andi Gani Nena Wea, SH, MH sebagai penasehat Kapolri pun memberikan ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga.

" Selamat mengemban amanah baru, semoga dedikasi dan integritas yang tinggi senantiasa mengiringi langkah kadisdikbud dalam memajukan pendidikan yang berkualitas " ucap salah seorang pengamat pendidikan 

Dilantiknya Dr.Carlan, SPd, MPd sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Jawabarat sebagai pilihan tepat yang selama ini menjadi pertanyaan publik siapakah yang layak menjadi Kadis Pendidikan. 

Pria tunanetra yang memiliki panggilan Elon Carlan itu bukan sosok biasa. Ia merupakan doktor lulusan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bahkan meraih gelar S3 dengan predikat cumlaude.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi simbol kuat bahwa profesionalisme dan kapasitas tidak dibatasi oleh kondisi fisik.

Sebagai bentuk implementasi dari UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Menjamin hak penyandang disabilitas termasuk tunanetra untuk bekerja di instansi pemerintah dan berhak memilih serta dipilih sebagai pejabat publik tanpa diskriminasi. 

"Insya Allah saya akan membuat road map kerja, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Semua persoalan akan kami petakan, mulai dari bangunan sekolah rusak, ruang kelas, kebutuhan guru, hingga persoalan teknis lainnya. Karena problem pendidikan itu kompleks, tidak hanya satu atau dua isu,”ujar Dr Carlan usai pelantikan, Jumat (13/2/26)

Ia mengakui, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Selain persoalan infrastruktur dan kualitas layanan pendidikan, kondisi APBD Kuningan yang terbatas juga menjadi realitas yang harus dihadapi.

Namun demikian, Carlan menegaskan kemajuan pendidikan tidak boleh semata-mata bergantung pada APBD. Menurutnya, pendidikan adalah tanggung jawab bersama. 

Ujang Fachruddin (Pimred)