TERBARU
Memuat berita...

Diduga Tidak Sesuai Spek Proyek Senilai 9 Milyar , Rehabilitasi Gedung IGD RSUD Majalengka Patut Dipertanyakan

MERAH PUTIH NEWS 
Majalengka – Proyek dengan nilai kontrak yang sangat fantastis yaitu Rp.9.225.059.000,- (Sembilan milyar dua ratus dua puluh lima juta lima puluh sembilan ribu rupiah) yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana yaitu CV.Inti Raya dan konsultan pengawas PT.Marga Bhuana Jaya memakai anggaran bagi hasil cukai pajak rokok.Berita otomotif

Menurut hasil penelusuran sejumlah awak media dan lembaga lainnya termasuk LSM bahwa proses pengerjaan nya terkesan asal-asalan dan perlu pengawasan insten dari pihak dinas terkait ..

Sejumlah awak media yang pernah datang untuk melakukan tugas sesuai tupoksi nya selaku sosial control, mereka mengatakan “ketika datang ke lokasi proyek, saya melihat ukuran besi untuk tiang (pilar) ukurannya itu kecil, dan galian dasar untuk cakar ayam pun kurang dalam, galiannya hanya selutut orang dewasa, dan juga para pekerja abai terhadap keselamatan kerja atau K3, karena mereka banyak yang tidak menggunakan helm, sepatu safety, rompi kerja, dan itu sudah sangat jelas melanggar undang-undang keselamatan kerja. Dan yang lebih mengherankan bagi kami selaku sosial control yang sedikit banyak nya mengerti akan teknis pekerjaan sipil atau proyek bangunan, yang apalagi proyek ini nilai kontraknya sangat fantastis, tapi kenapa proses pengecoran dasar nya tidak menggunakan ready mix, malah menggunakan coran manual, yang bisa dipastikan hasil atau kwalitas coran nya akan beda”. Jadi ini diduga tehnik kepintaran kontraktor atau pemborong untuk mendapatkan “untung” yang besar dari proyek ini.

Anehnya lagi konsultan pun sepertinya diam dan tutup mata melihat fenomena ini , buktinya berbagai hal yang terjadi dilapangan yang dianggap menyimpang sepertinya enggan untuk menegur atau membenahi yang ada dibiarkan semua berjalan tanpa ada pembenahan contoh para pekerja memakai seragam keselamatan aja sampai terabaikan baik helm pelindung diri ataupun yang lainnya.

1.pekerja mayoritas ga pake keselamatan kerja (helm, sepatu safety, rompi)

2.besi untuk tiang (pilar) ukuran tidak sesuai spek.

3.galian untuk cakar ayam kurang dalam.

4.pengecoran dasar tidak menggunakan ready mix, tpi pakai manual. klo readymix sudah jelas tidak akan menyalahi ukuran K nya..misal K 250 itu ukuran yg terendah untuk pengecoran gedung, tetapi kalo pengecoran pakai cara manual apakah ukuran K nya bisa dapet..karena bahan campuran atau mix nya juga diduga ga bakal sm dengan ready mix.

5.dilokasi proyek jarang ada mandor, pengawas dari dinas terkait, dan dari konsultan, pelaksana juga jarang ada dilokasi.

Setelah melihat pekerjaan proyek rehabilitasi gedung IGD RSUD Majalengka dan akibat dari banyak nya kejanggalan dalam proses pengerjaannya, maka kami pun berusaha mencari dan menanyakan kepada pekerja proyek keberadaan pemborong, pengawas konsultan, pelaksana lapangan, atau mandor pekerja, tetapi menurut para pekerja bangunan itu mereka menjawab tidak ada ditempat.

Tim Liputan